Teruntuk Marennu, Engkau Mengajarkan Banyak Hal
Marennu, engkau lahir tepat tanggal 29 Februari 2020, ketika dunia dilanda wabah covid-19. Engkau disambut dan dibesarkan dengan suka cita, meski ummat manusia dilanda rasa cemas dikarenakan kehadiran wabah yang penyebarannya sangat cepat dan tak tahu kapan akan berakhir. Marennu, engkau diberi nama demikian oleh ummi dan abi mu dengan harapan engkau selalu bahagia dan membahagiakan orang lain. Sesuai nama mu, Marennu (dalam bahasa suku Bugis-Makassar memiliki arti selalu bahagia).
Ummi menuangkan ungkapan cinta ummi dalam tulisan dengan harapan kelak engkau dapat menelusuri jejak letupan-letupan kasih ummi yang tidak hanya diabadikan dalam foto dan video, tetapi juga dalam tulisan.
Sama seperti wanita lain yang baru menyandang status “new mom”, kehadiran mu mengajarkan banyak hal tentang kekuatan, kesabaran, dan kasih. Di usia pernikahan ummi dan abi yang baru sebulan, engkau sudah hadir di dalam rahim ummi. Saat itulah, engkau mulai mengajarkan berbagai hal kepada ummi.
Engkau mengajarkan ummi untuk mampu menjadi wanita kuat. Di trimester pertama kehadiran mu, ummi menjadi sangat lemah. Morning sickness atau rasa mual yang berulang-ulang menjadikan tak banyak makanan yang bisa ummi konsumsi, bahkan air putih pun demikian. Sehingga ummi kehilangan banyak berat badan saat itu. Bukan hanya dengan makanan, tetapi juga dengan aroma. Indera penciuman ummi menjadi lebih sensitif. Aroma masakanpun memantik rasa mual, sehingga dapur rumah kita menjadi kering saat itu, tidak terpakai nak.
Abi membeli makanan dari luar. Ummi teringat ketika rasa lapar hadir di sekitaran pukul tiga dini hari. Yah, abi mu berkeliling mencari penjual makanan yang masih buka, tentu hal itu bukan sesuatu yang mudah nak. Momen lain yang masih ummi ingat ketika ummi ingin makan Mie tik tik dan abi mu bergegas membeli. Sepulangnya, wajahnya menjadi pucat, ternyata nyaris kecelakaan.
Di trimester pertama kehadiran mu penuh dengan pembelajaran. Ummi tetap beraktivitas seperti biasanya: mengajar, meneliti, berkantor, mengikuti pertemuan-pertemuan dan berbagai kesibukan lainnya. Ummi berupaya semaksimal mungkin untuk tidak meninggalkan tanggung jawab, meski seringkali engkau menegurku untuk beristirahat barang sedikit. Hingga suatu ketika ummi merasa nyeri luar biasa di bagian bawah perut dan tulang belakang ummi sakit. Ternyata ada flek yang keluar.
Ummi dan abi bergegas ke dokter. Menanyakan keadaan mu nak. Kata dokter, engkau lemah saat itu. Ummi kurang istirahat dan juga kurang asupan. Hal inilah yang berpengaruh terhadap janin. Rasa bersalah dan takut kehilangan yang menjadikan ummi bangkit dari kelemahan tersebut. Ummi berjuang mengusir morning sickness itu nak. Aromatherapy dan buah jeruk menjadi teman kita. Setiap ummi memuntahkan makanan, abi bergegas menyediakan makanan penggantinya dan ummi berjuang sekuat tenaga agar makanan tersebut dapat bersarang di perut dan tentunya dapat engkau nikmati. Ummi menjadi lebih kuat karena mu nak.
Menjelang masa persalinan, ummi mempersiapkan dengan baik. Hampir setiap hari ummi melakukan senam hamil karena posisimu yang sungsang nak dan juga ummi melatih pernapasan untuk persalinan. Namun senam tersebut, ummi hentikan ketika ummi didiagnosis plasenta previa total. Dokter menyarankan agar ummi tidak terlalu beraktivitas yang berat karena dapat memicu pendarahan. Di akhir-akhir kehamilan, ummi merasakan nyeri yang luar biasa pada perut bagian bawah. Olehnya, ummi mengambil cuti sebulan sebelum persalinan.
Inginnya melahirkan normal. Ambisi ummi saat itu, sehingga melatih pernapasan persalinan masih ummi tekuni dan juga mencari informasi persalinan dari sosial media dan pengalaman-pengalaman teman. Asumsi orang-orang bahwa kita akan merasakan menjadi “ibu yang sesungguhnya” ketika melahirkan secara normal menjadi alasan mengapa ummi enggan melahirkan caesar nak. Namun hingga sehari sebelum waktu persalinan ummi masih didiagnosis plasenta previa total, sehingga ummi harus menerima kenyataan bahwa engkau dilahirkan secara caesar.
Ummi tidak memiliki persiapan. Hingga pada hari ummi akan dioperasi caesar pun, ummi masih belum siap. Hanya berserah diri pada Allah menjadi pegangan. Alhamdulillah, engkau lahir nak dengan keadaan sehat. Pukul 10.10 WITA dengan berat 2655 gram dan panjang badan 45 cm. Tangisan mu menghilangkan rasa dingin ruang operasi kala itu.
Pembelajaran baru dimulai. Dalam proses pengasuhan mu, engkau lagi-lagi mengajarkan ummi untuk berlaku sabar. Setiap sejam atau dua jam engkau bangun untuk disusui ataupun untuk memeriksa popok mu nak. Jam-jam tidur ummi dan abi berkurang nak, tetapi tak demikian dengan cinta kami. Cinta kami terus bertambah. Terima kasih nak, engkau telah mengajarkan ummi berlaku sabar.
Melewati usia tiga bulan, ummi merasa engkau terlalu cepat bertumbuh. Engkau sudah mampu mengangkat kepala dan sudah jarang terbangun di tengah malam. Usia lima bulan, engkau bahkan sudah tidak pernah terbangun tengah malam nak. Sungguh, engkau tak pernah merepotkan ummi dan abi. Sekali lagi, terima kasih engkau telah mengajarkan ummi membangun kasih.
Marennu, anak ummi dan abi. Jadilah anak yang selalu bahagia dan membahagiakan orang lain, seperti nama mu. Jadilah anak yang kuat, sabar, dan penuh kasih seperti engkau telah mengajarkan hal itu kepada ummi.
Parepare, 27 Agustus 2020
Nak, dua hari lagi engkau sudah berusia 6 bulan.
Semangat MPASI nak.
Peluk cium dari ummi mu.
Zahra

Masya Allah, Tabarakallah.
BalasHapusSemoga adek Nennu nanti menjadi wanita berahlak mulia, anak solehah dan mampu memberikan kebahagian kepada kedua orang tuanya dan orang-orang di sekitarnya.
Subhanallah. Semoga ananda menjadi putri yang solihah. Semangat ummi. Menikmati episode demi episode tumbuh kembang ananda adalah pengalaman luar biasaš¤
BalasHapusMarenu yg imut. Jadi gemes. Sehat selalu. Biar kelak Sholehah dan pinter nulis seperti Umi. Tulisan yg indah Busui.
BalasHapusSubhanallah semoga Rennu jdi anak yg Sholehah dan bsa membahagiakan org" yg ada disekitarnya..... Terutama Ummi dan Abinya
BalasHapus