Seni Berkeluarga dalam Perspektif Teori Fungsionalisme Konflik Lewis Coser
Keluarga merupakan suatu sistem terkecil dari suatu masyarakat. Sebagai suatu sistem, tentunya terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Sama seperti masyarakat, keluarga tentunya tidak dapat terhindar dari suatu konflik dikarenakan adanya perbedaan pendapat dalam menilai suatu hal. Meksipun konflik sering dianggap sesuatu yang negatif bahkan untuk beberapa orang cenderung untuk menghindarinya, ternyata konflik juga dapat bernilai positif.
Dalam buku Lewis Coser yang berjudul the functions of social conflict menyatakan bahwa suatu konflik dapat bersifat fungsional dan disfungsional. Konflik dapat bersifat fungsional selama hal-hal yang menjadi pemicu terjadinya konflik bukanlah merupakan hal vital. Sebaliknya jika pemicunya merupakan hal yang vital, maka konflik tersebut akan bersifat disfungsional. Misalnya dalam suatu keluarga, kesetiaanlah yang menjadi benteng penyanggah keutuhan rumah tangga. Kemudian salah satunya berkhianat dan memicu konflik, maka konflik tersebut akan bersifat disfungsional atau dalam artian tidak membawa manfaat dan akan berujung pada perpecahan. Namun, jika konflik tersebut hanya dipicu oleh hal-hal yang sepele, maka konflik tersebut akan bersifat fungsional yang dapat membawa manfaat yaitu dapat mempererat ikatan pasangan.
Selanjutnya, Coser menyatakan bahwa secara prinsipil konflik memiliki beberapa fungsi menciptakan integrasi dalam in group pada dasarnya konflik memiliki kekuatan integratif maksudnya dapat mengintegrasikan anggota yang sebelumnya terjadi konflik dengan out group kohesi sosial atau integrasi sosial sangat lemah namun pada saat terjadi konflik dengan pihak luar akan secara spontan anggota kelompok memperkuat integrasi sosial untuk menghadapi lawan dari luar atau out group.
Fenomena seperti ini terjadi karena pada dasarnya setiap manusia memiliki sense of belonging terhadap kelompoknya dan sense of belonging ini biasanya diikat oleh suatu keyakinan dan nilai yang sama diantara anggota sehingga ketika nilai dan keyakinan itu disentuh maka secara spontan mereka akan melawan secara kolektif. Selain itu, konflik juga dapat berfungsi sebagai katup penyelamat atau safety valve. Agar suatu konflik tidak langsung menyentuh suatu inti sistem maka dibutuhkan suatu safety valve sebagai penyangga.
Dan banyak lagi fungsional konflik. Namun secara umum, menurut Coser konflik dapat membantu mengeratkan ikatan kelompok yang terstruktur secara longgar. Konflik sebagai agen untuk mempersatukan masyarakat. Lebih jauh, Coser menggambarkan bahwa fenomena konflik juga terjadi dalam hubungan yang intim. Dalam kaitannya dengan ini, Coser mengemukakan bahwa pengungkapan gejala-gejala konflik dalam hubungan yang intim sangat sulit bila dibandingkan dengan gejala-gejala konflik yang terjadi pada masyarakat yang pola hubungan yang sekunder. Namun demikian pengungkapan gejala-gejala konflik dalam masyarakat atau kelompok atau individu yang memiliki hubungan intim sangat penting untuk menyelamatkan kontinuitas keutuhan hubungan tersebut sebab apabila gejala konflik itu terus ditekan.
Konflik dalam berumah tangga merupakan sesuatu yang lumrah adanya. Sebagai sistem yang menyatukan kedua insan dengan berbagai perbedaan, keluarga sangat rentang terjadi konflik. Oleh karena itu, kita harus memiliki kemampuan dalam mengelola konflik sebagai seni dalam berumah tangga.
Berumah tangga ibarat sekolah yang mengajarkan kita banyak hal. Mulai dari belajar memahami pasangan, belajar bersabar, belajar mengalah, belajar bertanggung jawab dan lain sebagainya. Konflik dalam rumah tangga sebagai ujian-ujian yang apabila kita dapat melaluinya dengan baik, maka kita akan naik kelas. Coba bayangkan apabila dalam suatu rumah tangga tidak pernah terjadi konflik, maka masalah-masalah tersebut hanya tertampung dan membentuk gunung es yang tidak begitu tampak di permukaan namun membeku di dalam yang setiap saat siap untuk meledak.

Sangat bermanfaat, terimakasih.
BalasHapusKendati saya pribadi belum berumahtangga, semoga bisa menjadi bekal untuk nantinya.
Bagus
BalasHapusTop. Rumah tangga ibarat sekolah yang mengajarkan banyak hal.
BalasHapus